Sudah Kering air mata ibu

Posted: Desember 18, 2011 by fhatahmm7 in Cerpen

Rina adalah anak semata wayang dari keluarga bapak joni dan ibu wardah. Usianya yang kini menginjak masa remaja membuatnya mulai ingin merasakan sesuatu yang baru dan menantang untuk anak seusianya. Dia duduk dibangku sekolah 2 SMA. Kebetulan sekolah disalah satu sekolah unggulan di kota itu.

Latar belakang keluarga rina pun sangat sedehana, ayahnya merupakan pegawai negri sipil yang bekerja dikantor wilayah setempat. Dan ibu rina mempunyai usaha rumahan. Usaha kue yang di geluti ibu rina selama 10 tahun terakhir kini sudah mulai membuahkan hasil, ibu-ibu dilingkungan sekitar mereka tinggal, kini bekerja diusaha rumahan milik ibu rina

Setiap pagi ia di berangkat ke sekolahnyah dengan menebeng sinta teman sebangkunya. Rumah mereka pun jaraknya tidak terlalu juah.bagi rina, shinta merupakan sahabat yang baik . mereka sudah sejak lama saling mengenal.

Suatu hari seperti biasanya rina pulang sekolah dengan menebang motor sinta,

Shinta   : rin kemarin pas jalan-jalan di mal kayaknyah gue liat bokap lo deh ?

Rina       : Kapan sin ?

Shinta   : kemarin pas gue lagi pilih-pilih baju gitu, terus gue perhatiin kayaknya gue keal deh sama orang  itu, eh gatau nya bener itu om joni.tapi gue gak manggil rin takutnyah ganggu. Dia sama perempuan usianya kira-kira samalah kayak kita

Shinta sambil belok perlahan menuju arah rumahrina

Rina       : ah masa iya sih , rabu kemaren bokap gue kan ngantor shin.

Dengan nada suara yang mulai bingung

Shinta   : iya bener rin masa sih gue salah liat.

Rina       : hahaa iaudah nanti gue tanyain coba sama bokap gue.

Rina perlahan turun dari motor sinta…

Rina       : bye sampai ketemu besok yah.

Shinta   :iya rin.

 

Sesampainya dirumah rina langsung idtirahat dikamarnya, sore harinya jam menunjukan pukul 05.00 biasa sedan putih milik ayahnya sudah terparkir digarasi rumah. Tapi dilihatnya garasi rumah masih dalam keadaan kosong. Rina pun pergi menemui ibunya, rina pun segera ke halaman belakang tempat dimana ibunya sering mengontrol para pekerja,

Rina       : ibu tumben udah jam segini ayah belum pulang ?

Tanya rina dengan penuh perhatian

Ibu         :ada angina pa tiba-tiba kamu nanyain ayah ?

Rina       :enggak.perhatian ajah. Hhehhe…

Oiya bu. Tadi pas dijalan sinta bilang kemarin iya melihat ayah di mal. Sepertinya dia yakin sekali bu kalau itu ayah.

Ucap rina dengan nada santai.

ibu sempat  terdiam.

Rina       :bu kenapa ?

Ibu         :enggak rin, iya mungkin sin ta salah liat.

Ibu langsung meninggalkan rina yang sedang duduk menemaninya.

Tetapi rina menanggapi itu hal yang berbeda,dibenaknya mulai muncul rasa curiga dan beribu pertanyaan pun mulai menghinggapinya, dengan rasa penasaran rina pun mulai memperhatikan tindak-tanduk ayahnya sendiri.

Hari demi hari berlalu sampai akhirnya suatu ketika rina dan shinta sedang asik jalan-jalan disebuah mal. Dan kemudian tanpa disangka didapatinya sang ayah sedang berpegangan tangan dengan anak gadis seusia dirinya, rina terkejut, mukanya memucat.

Rina       :sin apa benar itu bokap gue .?

Sinta      :sabar ya rin.

Sinta dengan nada menenangkan rina langsung memeluk. Kemudian mereka berdua langsung keluar mal, dijalan rina tak henti-hentinya menangis ia mencoba tidak percaya dengan apa yang terjadi, dibenaknya beribu pertanyaan muncul.

Sesampainya dirumah rina langsung bergegas menemui ibunya.

Rina       : ibu, (jerit rina sambil memeluk ibunya).

Ibu         :ada apa rina… ?

Rina       :tadi rina lihat ayah bersama perempuan seusia rina sedang bermesraan di mal. Ayah selingkuh bu. Ayah selingkuh.

Tangis rina pun semakin menjadi-jadi.

Ibu         : rina sabar ya saying…. Rina kamu tau perempuan yang tadi bersama ayah kamu di mall.

Jawab ibu dengan tegar

Rina       :syapa bu ?

Ibu         :dia adalah saudara tiri kamu , dia adalah anak ayahmu, saat kamu masih dalam kandungan, ayahmu telah menikah lagi dengan seorang teman kantornya. selama ini ibu menyembunyikannya darimu karena ibu takut kamu akan kecewa dengan ayah mu rina.

Rina       :jadi bu, selama ini ayah mempunyai 2 istri dan aku baru mengetahuinya sekarang.

Ibu         :begitulah rin, sejak dulu kami sepakat menyembunyikan masalah ini tapi apa daya manusia hanya berencana tetapi tuhan lah yang menentukan.sekarang kamu telah mengetahui bahwa ayahmu mempunyai 2 istri.

Sejak kejadian itu rina mulai paham kenapa sering ditemuinya sang ibu melamun .sampai terkadang air matanya menetes. Tanpa disadarinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s